Hubungan Sosiologi Hukum dengan Ilmu Sosial Lainnya

Hubungan Sosiologi Hukum dengan Ilmu Sosial Lainnya
1. Dalam Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi merupakan ilmu pengetahuan yang menitikberatkan studi, salah satunya pada aspek produksi dan distribusi barang maupun jasa. Ilmu ekonomi mempelajari usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam dengan keterbatasan barang dan jasa yang tersedia. Misalnya berusaha memecahkan persoalan yang timbul karena tidak seimbangnya persediaan pangan dengan jumlah penduduk, serta mempelajari usaha menaikkan produksi guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Prinsip dasar Ilmu Ekonomi yang kita ketahui adalah “bekerja seminimal mungkin, dengan upaya memperoleh hasil yang semaksimal mungkin” seringkali dalam proses perkembangan dapat melahirkan sikap dan perilaku tertentu yang terkadang terlepas dari tujuan awalnya. Seperti contoh : penghematan pada penerapan operasional seringkali tampil dalam wujud kikir. Hal inilah yang menjadikan Sosiologi Hukum memiliki peranan yang sangat penting. Sosiologi Hukum mempelajari unsur kemasyarakatan secara keseluruhan. Sosiologi Hukum sebagai ilmu mencoba menjembatani mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan mengenai apa yang senyatanya terjadi.
2. Dalam bidang Ilmu Politik
Ilmu politik juga telah mengalami perkembangan dalam penentuan pokok perhatiannya. Ilmu Politik mempelajari satu sisi kehidupan masyarakat menyangkut soal kekuasaan meliputi upaya memperoleh kekuasaan, mempertahankan kekuasaan, dan bagaimana menghambat penggunaan kekuasaan. Oleh sebab itu Ilmu Politik menitikberatkan perhatiannya pada 2 [dua] hal yaitu Teori Politik dan Administrasi Pemerintahan. Istilah politik dalam hal ini berbeda dengan istilah politik yang digunakan sehari-hari, yaitu politik diartikan sebagai pembinaan kekuasaan negara bukan merupakan ilmu pengetahuan tetapi sebagai seni (art). Contohnya Kekuasaan Paksa. Hal ini tidaklah memungkinkan seseorang maupun sekelompok orang begitu saja melaksanakan keinginan seseorang atau sekelompok orang lainnya untuk menciptakan power atau kekuasaannya tanpa memperhatikan aspek-aspek sosial terlebih dahulu. Manusia yang satu boleh saja memaksakan manusia yang lain, hanya saja harus memperhatikan batas hak asasi manusia. Dalam kondisi tersebut Sosiologi Hukum memiliki peranan yang sangat besar, untuk menghindari terjadinya konflik serta ketegangan diantara anggota masyarakat. Paling tidak mengurangi terjadinya ketegangan diantara anggota masyarakat.
3. Dalam bidang Sejarah
Kehidupan masa lalu telah menjadi pokok perhatian Ilmu Sejarah, yang dalam proses pembahasannya tidak terlepas dari pemahaman latar belakang sosial masyarakat yang dipelajari. Apapun yang dipelajari oleh Sejarah baik manusia, benda-benda peninggalan, maupun nilai-nilai sosial budaya, latar belakang keberadaannya sudah pasti berkaitan dengan pola-pola kehidupan manusia pada saat benda-benda, nilai-nilai serta budaya itu dilahirkan. Contoh : Munculnya Candi Prambanan diakibatkan adanya sikap tidak adil dari Roro Jonggrang yang didalam cerita sejarah mengatakan bahwa Roro Jonggrang meminta Bandung Bondowoso untuk mendirikan Candi Prambanan dalam tempo satu malam. Namun ditengah perjalanannya Bandung Bondowoso menunjukkan kemampuannya akan berhasil memenuhi permintaan Roro Jonggrang, namun dengan sengaja Roro Jonggrang membatalkan semua pekerjaan Bandung Bondowoso yang saat itu sudah hampir selesai dengan cara membakar jerami, membunyikan lesung, menyebarkan bau harum bunga sehingga ayam pun berkokok yang menandakan pagi telah tiba untuk menolak pinangan Bandung Bondowoso. Cerita ini selain berfungsi untuk menjelaskan asal mula Candi Prambanan, juga untuk mempelajari bahwa didalam kehidupan manusia selalu dijumpai adanya orang-orang yang konsekuen terhadap ucapannya, namun adapula yang tidak. Atau dapat dipahami bahwa pekerjaan seberat apapun, jika dilakukan dengan penuh tekad dan niat akan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Nilai historis dalam suatu sejarah sering menjadi acuan dalam perkembangan kehidupan manusia lebih lanjut. Bentuk segala macam perjanjian dan kesepakatan akhirnya harus memerlukan bukti. Dalam hal ini para sosiolog selalu memberikan persoalan sejarah kepada ahli sejarah sehingga ilmu sejarah dipengaruhi oleh perkembangan sosiologi. Oleh karena itu antara sejarah dan sosiologi mempunyai pengaruh timbal balik. Keduanya mempelajari kejadian dan hubungan yang dialami masyarakat/manusia. Sejarah mempelajari peristiwa masa silam, sejak manusia mengenal peradaban. Peristiwa-peristiwa itu kemudian dihubungkan satu sama lain sehingga diperoleh gambaran menyeluruh pada masa lampau, serta mencari sebab terjadinya atau memperkuat tersebut. Mengingat bahwa Benda-benda Peninggalan Sejarah juga memiliki makna dan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia, maka keberadaannya perlu dilindungi Hukum. Makin banyaknya hal yang memerlukan peraturan baru, maka dikupaslah dalam Sosiologi Hukum. Oleh sebab itu Sosiologi Hukum mempunyai kedudukan yang cukup penting dalam sejarah.
4. Dalam bidang Geografi
Sejak semula kita ketahui bahwa Georafi merupakan ilmu yang menaruh perhatian pada keterkaitan antara kehidupan masyarakat dengan lingkungan alamnya. Kegiatan manusia yang sering kali merusak lingkungan alam, mengakibatkan illmu ini menjadi isyarat bahwa hal itu harus dihindari. Isyarat ini pada waktunya akan ditindaklanjuti oleh pemikiran dimana perlunya serangkaian aturan main atau kaidah-kaidah hidup yang berfungsi sebagai batasan guna menjaga kelestarian lingkungan alam tersebut. Contoh : Penebangan pohon. Perbukitan atau pegunungan yang ditanami pepohonan yang rindang oleh seseorang yang memang lahan itu adalah miliknya, demi untuk kepentingan bersama, maka pemilik lahan dan pohon dalam menebang pohon harus membuat aturan yang dapat memberikan keuntungan baik bagi anggota masyarakat yang bersangkutan maupun bagi kepentingan bersama. Ini manfaat Sosiologi Hukum dalam Geografi.
5. Dalam bidang Psikologi
“The science of Mind”. Pengetahuan tentang Pikiran, dengan kata lain Ilmu tentang Pikiran atau yang kita kenal dengan “Psikologi”. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang proses mental seperti kegiatan berpikir, belajar, mengingat, mengambil keputusan dan lainnya dari manusia. Di zaman modern Psikologi mempelajari pula mengenai perasaan, emosi, motivasi, personalita dan sebagainya. Pengembangan ini dikarena tuntutan kemajuan jaman yang diikuti dengan perkembangan jiwa manusia. Hal-hal yang menjadi objek Psikologi sering tidak nampak di permukaan sehingga terkadang tidak dipahami oleh pihak lainyang tidak mengalaminya atau mempelajarinya. Jangankan orang lain, terkadang diri sendiri mengalaminya pun tidak disadari.  Contoh, banyak permasalahan hidup yang dihadapi manusia, cenderung membuat manusia atau masyarakat menjadi stress berat dan bahkan mengalami gangguan jiwa. Celakanya, orang yang mengalami stress atau sakit jiwa ini sedikitpun tidak menyadarinya. Sehingga ketika ilmu itu memberikan terapinya namun orang tersebut sulit menerimanya. Sebaliknya apabila orang yang bersangkutan sulit menerimanya, apalagi orang lain yang misalkan dianggap sebagai penyebabnya. Pasti akan menjadi lebih sulit dan rumit.  Disinilah perlindungan Hukum bagi orang-orang yang mengalami gangguan jiwa atas perilaku orang lain tentunya mulai kita pikirkan. Sosiologi Hukum ada pada bidang Psikologi guna melindungi orang-orang yang memiliki gangguan jiwa ataupun gangguan mental.


Diklat Hukum Perdata