Latar Belakang Khubuka [ Kuliah Hukum Terbuka ]

Khubuka merupakan kependekan dari kalimat Kuliah Hukum Terbuka, kata khubuka dikutip dari kependekan kata k = kuliah ; hu = hukum ; buka = terbuka. Kata khubuka kami singkat agar dapat mudah diingat, yang sekaligus memiliki makna bahwa kami berkeinginan membuka atau berbuka atau berbagi kepada masyarakat, dalam suatu kegiatan perkuliahan hukum kepada siapapun. Khubuka untuk pertama kali digagas pada periode bulan Juli 2013, yang didasarkan atas fakta sehingga melahirkan gagasan, sebagai berikut :
Fakta minimnya pengetahuan dan informasi hukum yang bisa diperoleh dengan mudah oleh masyarakat. Bisa saja sebuah informasi hukum, misalkan peraturan perundangan diperoleh dengan mudah, namun pemahaman dan penerapan terhadap isi peraturan perundangan ini, tentu memiliki pemahaman berbeda [antara pemikiran masyarakat dan penerapannya dalam praktek], yang oleh karenanya masyarakat tetap membutuhkan bantuan dari pihak lain untuk bisa menambah pemahaman terhadap informasi hukum tersebut, misalkan melalui jasa advokat atau lembaga pendidikan.
Sedikitnya jumlah advokat yang secara terus-menerus dan berkesinambungan, bekerjasama dengan lembaga pendidikan [misalnya fakultas hukum] untuk terjun dan bertemu langsung dengan masyarakat, dalam menyampaikan informasi hukum yang sekaligus memberi pendidikan hukum kepada masyarakat. Pada satu sisi advokat memiliki kewajiban untuk memberi bantuan hukum [yang dapat dilakukan dengan pemberian bantuan hukum secara cuma-cuma, advokasi dan lain-lain] dan disisi lain Fakultas Hukum berkewajiban pula untuk melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi yang antara lain melaksanakan 'pengabdian masyarakat' dalam bidang pendidikan. Mendasarkan kepada dua kewajiban ini-lah kami menggagas untuk mensinergikan kerjasama antara praktisi hukum [bisa advokat ataupun praktisi penegak hukum lain], dan lembaga pendidikan [fakultas hukum], untuk memberikan, menyampaikan, menyebarluaskan, menyelenggarakan, pendidikan dan/atau memberi informasi hukum kepada masyarakat melalui Khubuka, yang diharapkan dapat terus dilaksanakan secara kontinue dan berkesinambungan bagi seluruh masyarakat.
Sesuai dengan maksud dan gagasan terbentuknya khubuka, dalam pelaksanaan khubuka, bukanlah sebuah kegiatan dengan tujuan untuk memberi bantuan hukum [sebagaimana dalam profesi advokat] atau jasa profesi hukum lain misalkan wartawan, kedokteran, akutansi atau diluar jasa profesi hukum. Dengan kesederhanannya khubuka hanya melaksanakan kegiatan sebatas :
diskusi dan penyuluhan, kegiatan dilaksanakan dengan melakukan diskusi dan penyuluhan, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan hukum.
pendidikan dan pelatihan hukum : kegiatan dilaksanakan dengan memberikan pendidikan resmi yang melibatkan fakultas hukum, dalam rangka meningkatkan, menguatkan kualiatas calon pemberi bantuan hukum yang ingin bergabung dalam lembaga bantuan hukum atau pada kantor advokat, atau meningkatkan kualitas peserta secara pribadi yang bertugas atau pekerjaannya berkaitan banyak yang bidang hukum.
penyebarluasan informasi hukum : kegiatan pendidikan secara terbuka yang bisa dilakukan dalam bentuk kuliah secara terbuka kepada masyarakat, yang melalui keterbukaan masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi dan pemahaman hukum lebih baik ;
Dalam pemahaman yang lebih mudah, melalui kegiatan khubuka, diharapkan dapat dilaksanakan secara sederhana namun [semoga] bermakna istimewa, akan berdampak bahwa hukum akan semakin membumi dan difahami oleh masyarakat dengan lebih mudah, karena bertemunya dosen, advokat [penegak hukum], mahasiswa dan masyarakat awam dalam suatu perkuliahan secara terbuka dan bertatap muka.
Untuk pertama kalinya khubuka telah dilaksanakan pada 1 Oktober 2012 di sebuah perusahaan swasta [Cilandak Town Square - Jakarta Selatan], gagasan pelaksanaan oleh kantor Advokat RGS & Mitra bekerjasama dengan praktisi dan dosen Fakultas Hukum, diharapkan dimana kegiatan dapat terus berlanjut.
Salam khubuka : 1 Oktober 2012
Robaga Gautama Simanjuntak, SH. MH.
Advokat RGS & Mitra.