Akibat Hukum Tidak Ada Akta Pendirian Bagi Sekutu

Akta pendirian firma [otentik] ini merupakan alat pembuktian utama bagi pihak ketiga mengenai eksistensi firma dimaksud. Karenanya firma yang telah memiliki akta pendirian, seorang sekutu tidak boleh mengajukan bukti-bukti + saksi, bahwa pembubaran firma adalah telah diatur lain dari yang terdapat pada akta notaris [Keputusan Hoff Den Haag, tanggal 16 Maret 1925].
Dengan ketiadaan akta otentik, tidak boleh digunakan sebagai pembuktian bagi sekutu terhadap pihak ketiga, bahwa firma itu tidak ada. Dalam suatu contoh apabila seorang sekutu berlaku curang, dengan mengatakan kepada pihak ketiga bahwa firma itu tidak ada, karena ketiadaan akta otentik ini [untuk menghindari tanggung-jawab pribadi untuk keseluruhan – Pasal 18 KUHD], maka pihak ketiga dapat membuktikan adanya persekutuan firma ini dengan berbagai macam alat bukti, seperti kop-surat dalam surat menyurat, stempel dan lain-lain, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa akta notaris pendirian firma adalah TIDAK MUTLAK, dan pihak ketiga untuk melakukan pembuktian dengan cara-cara lain untuk adanya firma adalah tidak dilarang.